Dinas Sosial Kabupaten Grobogan Lakukan Asesmen Lapangan Terkait Aduan Keluarga Bapak Purwadi
Grobogan, 7 Oktober 2025 – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Grobogan, Ibu Indri Agus Velawati, S.E., M.M., bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Grobogan, serta didampingi Perangkat Desa Watupawon, melaksanakan asesmen lapangan menindaklanjuti aduan terkait keluarga Bapak Purwadi, yang sebelumnya sempat viral di media sosial TikTok.
Kunjungan lapangan ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat dan tanggung jawab sosial pemerintah daerah dalam memastikan kebenaran informasi yang beredar di masyarakat serta untuk memberikan perlindungan sosial yang tepat bagi keluarga yang membutuhkan.
Berdasarkan hasil asesmen bersama dan keterangan dari perangkat desa, diketahui bahwa istri Bapak Purwadi tidak menelantarkan anaknya, melainkan bekerja sebagai asisten rumah tangga di Kota Semarang untuk membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Hal ini dilakukan karena kondisi Bapak Purwadi yang sedang sakit, sehingga tidak dapat bekerja secara optimal.
Selain itu, dari hasil verifikasi data diketahui bahwa domisili Bapak Purwadi sesuai KTP berada di Desa Ginggangtani, Kecamatan Gubug, bukan di Desa Watupawon, Kecamatan Penawangan. Saat ini, Bapak Purwadi bersama dua anaknya tinggal di rumah orang tua beliau untuk mendapatkan dukungan dan perawatan keluarga.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Grobogan, Ibu Indri Agus Velawati, menegaskan bahwa Dinas Sosial bersama pihak terkait akan terus melakukan pendampingan dan asesmen lanjutan guna memastikan keluarga tersebut mendapatkan bantuan yang sesuai.
“Kami akan terus berkoordinasi dan memastikan keluarga Bapak Purwadi memperoleh perhatian dan dukungan yang dibutuhkan. Selain bantuan sosial, kami juga mengupayakan program pemberdayaan seperti bantuan modal usaha agar keluarga ini dapat mandiri secara ekonomi,” ujar Ibu Indri.
Langkah cepat ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Grobogan untuk selalu hadir dalam setiap permasalahan sosial masyarakat, serta memastikan penanganan dilakukan secara humanis, faktual, dan berkeadilan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, perangkat desa, dan masyarakat, diharapkan keluarga Bapak Purwadi dapat kembali bangkit dan menata kehidupan yang lebih baik ke depannya.