Dinas Sosial Kabupaten Grobogan Gelar Razia PGOT Tahun 2026 untuk Meningkatkan Ketertiban dan Pelayanan Sosial
Grobogan – Kegiatan Razia Penyandang Gelandangan, Pengemis, dan Orang Terlantar (PGOT) Tahun 2026 resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Grobogan, Muhadi. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Grobogan dalam menjaga ketertiban umum sekaligus memberikan pelayanan dan penanganan sosial kepada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).
Dalam pelaksanaannya, Dinas Sosial Kabupaten Grobogan berkolaborasi dengan berbagai instansi terkait, antara lain Polres Grobogan, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Grobogan, Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, serta RSUD dr. R. Soedjati Purwodadi. Sinergi lintas sektor ini dilakukan untuk memastikan proses penjangkauan, pendataan, hingga penanganan PGOT dapat berjalan secara optimal dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Razia dilaksanakan dengan menyusuri sejumlah titik yang dinilai rawan menjadi lokasi aktivitas PGOT, meliputi kawasan Kota Purwodadi, Jalan Lingkar, Pasar Induk Purwodadi, hingga wilayah Kecamatan Toroh. Selain bertujuan menciptakan lingkungan yang tertib dan nyaman bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menjangkau individu yang membutuhkan bantuan dan pelayanan sosial.
Dari hasil pelaksanaan razia, petugas berhasil menjaring beberapa PGOT yang terdiri dari 2 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), 1 lansia terlantar, dan 1 orang badut jalanan. Seluruh individu yang terjaring kemudian dibawa untuk dilakukan pendataan, asesmen, serta penanganan lebih lanjut sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Dinas Sosial Kabupaten Grobogan menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan dan pelayanan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mendukung terciptanya ketertiban umum di wilayah Kabupaten Grobogan. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkala melalui koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak guna meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat.